|
|
|
|
|
|
|
g
|
|
TIPS & TRICKS
|
|
Tiga Nasihat Ibu Untuk Jadi Kaya
Sumber: Gatra.com
PERAN ibu sebagai figur paternalistik dalam
budaya kita cukup unik. Tak jarang, truk-truk angkutan luar kota mencantumkan
tulisan ''Doa Ibu'' di badannya. Seolah ''Doa Ibu'' adalah mantra yang membuat
mereka selamat di perjalanan. Warung dan restoran padang juga sering menggunakan
ibu sebagai bagian dari mereknya. Di antara semua fenomena itu, yang paling unik
mungkin adalah nasihat ibu.
Seorang pengusaha muda Indonesia belum lama ini mengobrol dengan saya. Ia tengah
mengalami berbagai kesulitan setelah badai krisis ekonomi, tak beda jauh dengan
pengusaha atau konglomerat lain. Sepuluh tahun lalu, ia pengusaha yang cukup
sukses. Ia memiliki aneka aset berharga, baik di dalam maupun luar negeri. Kini,
hampir semuanya ludes. Ia menyesal karena lalai mengamankan tiga nasihat ibunya.
Ketika ia baru mulai berusaha, ibunya memberi nasihat unik. Menurut ibunya, uang
memiliki tiga wajah. Yang pertama, wajah uang yang berasal dari laba atau untung
usaha. Kedua, uang yang berwajah deposito. Ketiga, wajah uang dalam bentuk tanah.
Mulanya ia mengiyakan saja nasihat itu. Namun, ketika krisis ekonomi melanda
Indonesia, dan ia jatuh, ia merenung. Barulah ia menemukan arti sesungguhnya
tiga nasihat itu.
Yang pertama adalah wajah uang dalam bentuk laba usaha. Ini berarti, apa pun
yang kita kerjakan, kita harus hati-hati menghitung. Jangan sampai sekali pun
merugi. Perhatikan baik-baik para pedagang di pasar grosir, seperti Tanah Abang
dan Mangga Dua, keduanya di Jakarta. Semua rata-rata sangat agresif. Mereka tak
peduli laba kecil. Yang penting berlaba. Biar kecil, kalau jumlahnya banyak,
lama-lama akan menggunung.
Nasihat kedua secara harfiah mengajarkan agar laba jangan dihabiskan begitu saja.
Belajarlah berhemat, dan selalu menabung. Selalu siap menghadapi situasi buruk.
Nasihat ini mengajarkan pada kita hidup sederhana, selalu sedia payung untuk
hari hujan.
Nasihat ibu yang terakhir mengajarkan trik sederhana untuk kaya: investasikan
uang Anda dengan bijaksana. Kalau deposito Anda sudah tinggi nilainya,
konversikan deposito itu menjadi aset berharga. Sejak dulu, properti atau tanah
selalu dianggap investasi paling aman dan bijaksana.
Teman saya, sang pengusaha, menyesal tak mengikuti dengan saksama nasihat ibunya.
Saya yang ikut mendengar ceritanya tak kuasa menahan haru. Dalam perjalanan
pulang, cerita tentang tiga nasihat itu terus menghantui pikiran saya. Kalau
saya urut, tiga nasihat ibu itu adalah rahasia bagi siapa saja untuk kaya.
Bekas bos saya pernah menasihati saya dengan cerita mirip. Ia menyimpulkan,
mencari uang itu mudah sekali. Namun, untuk bisa kaya, dibutuhkan gaya hidup
telaten, seperti tiga nasihat ibu itu.
Ketika kecil, saya suka menyisakan makanan. Ibu sering marah. Ia suka
mengingatkan saya bahwa di dunia ini banyak orang miskin yang masih hidup
kelaparan. Salah satu cerita favorit ibu saya adalah kisah tentang kerak nasi.
Alkisah, ada keluarga kaya yang hidup boros. Mereka memiliki pembantu rumah
tangga yang bijaksana. Setiap kali mencuci dandang (periuk nasi), ia mengambil
kerak nasi, lalu menjemurnya. Setelah nasi itu kering, ia simpan. Tak lama
kemudian datang paceklik. Keluarga kaya itu jatuh miskin, tak memiliki makanan
lagi.
Namun, sang pembantu dengan rajin tiap hari selalu berhasil menyajikan bubur.
Majikan heran. Ia ingin tahu dari mana bubur itu datang. Dengan malu-malu, si
pembantu mengatakan, bubur itu dari kerak nasi yang selalu ia simpan.
Untuk menjadi kaya rupanya hanya ada satu jalan: hidup disiplin secara hemat.
Warren Buffet, milyarder ala Wall Street di Amerika, memberikan nasihat unik
tentang cara menjadi kaya. Aturan pertama adalah jangan pernah merugi dan
kehilangan uang. Aturan kedua, jangan sampai lupa aturan pertama.
|
|
|
|
|