g

IPTEK

PMILA > IPTEK

 

Ketika Tebu Menjadi Energi Alternatif

Perburuan energi alternatif untuk menyiasati menyusutnya minyak bumi dan batubara terus berlangsung. Selain energi nuklir untuk listrik, berbagai sektor juga menunggu datangnya energi terbarukan itu. Bahan bakar kendaraan, misalnya. Terkait energi alternatif untuk bahan bakar kendaraan bermotor, Brasil punya jurus jitu buat mengatasinya.

Tak mau menggantungkan nyawa pada minyak bumi, negara di Amerika Selatan itu mengembangkan bioethanol (alkohol cair dengan bilangan oktana tinggi). Jadi, jangan heran jika mendapati mobil-mobil di negeri embahnya sepak bola itu bisa melaju kencang, meski tanpa harus bertandang ke pom bensin terlebih dahulu.

Di negara kelahiran bintang sepak bola Ronaldo itu, bioethanol diproduksi dari tebu. Berbeda dengan minyak bumi, tebu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources). Menurut studi yang ada, dibandingkan premium, ethanol lebih ramah lingkungan. Pasalnya, bahan bakar ini bisa mengurangi kadar karbonmonoksida (Co), hidrokarbon, bahkan emisi gas beracun lainnya.

Tak kurang dari empat juta kendaraan telah menggunakan energi dari alkhol cair ini. Bagaimana Brasil mendayagunakan potensi tebu yang dimilikinya? Tetes tebu memang bisa menghasilkan alkohol. Sekitar 4-5 persen tebu bisa menghasilkan cairan yang bisa didayagunakan menjadi alkohol. Ini dipakai negara tersebut sebagai senjata buat mengatasi ketergantungan tehadap minyak bumi.

''Saat harga minyak bumi naik, tanaman tebu di negara itu berbondong-bondong diberdayakan menjadi bahan bakar,'' ungkap Untung Murdiatmo, staf ahli Direktur Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, Selasa (17/12). Hal sebaliknya, sambung dia, terjadi jika harga minyak merangkak stabil, tebu kembali dijadikan komoditas gula. Kendati demikian, Brasil tetap menguasai pasar gula dunia, imbuhnya.

Ini bisa saja diwujudkan di Indonesia. Tebu memang bisa diberdayakan menjadi komoditas bernilai tinggi. Selain bahan baku gula, tebu bisa diberdayakan menjadi ragi roti, ensim protease (untuk kecantikan), ensim dekstranase, pupuk organik atau pupuk hayati dari ampas. Selain itu, tebu bisa menghasilkan bahan bakar kendaraan.

Untuk itu, ujar Associate Corporate Secretary PTPN XI, Adig Suwandi, infrastruktur kendaraan harus dibenahi agar siap menerima bahan bakar jenis ini seperti di Brasil. ''Ini hanya bisa dilakukan jika didukung oleh program nasional saja,'' tandasnya.

Seperti yang diungkapkan Menristek Hatta Rajasa, belum lama ini, ketahanan energi melalui sumber energi alternatif terus mendapat tempat. Ini juga menimbang terus menyusutnya sumber energi primer seperti minyak bumi dan batu bara.

Terkait pemanfaatan energi fosil ini, Hatta menadaskan perlu ada konservasi dan penghematan. Mengenai adanya bahan bakar alternatif dari alkohol, Hatta mengungkapkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah menguasainya. c21

 


^ KE ATAS


Halaman Muka | Kesehatan | Rohani | Perpustakaan PMILA |  Keluarga | Info Wajib Lapor | Iptek | Serba Serbi LA | Tips and Tricks | Warta Indonesia | Perwakilan Indonesia | Lembar Anggota | Tentang Kami | Kontak Kami

© Copyright 2002-2004, PMILA. All Rights Reserved.