|
Di
Usia Dua Tahun Memori Bayi Berkembang Pesat
Perkembangan memori bayi
boleh dibilang lambat di tahun pertama usia kelahirannya. Baru
memasuki periode 12 bulan berikutnya (di usia dua tahun),
pertumbuhan otak bayi diyakini sangat cepat. Para ahli mengemukakan,
pada usia dua tahun terjadi peningkatan kapasitas otak yang luar
biasa pada bayi.
Penelitian yang digelar ahli syaraf dari Universitas Harvard, AS,
belum lama ini, membuat kesimpulan seperti itu. Para ahli menemukan
bahwa anak-anak mulai merekam peristiwa-peristiwa yang menimpa
dirinya -- termasuk kenangan manis saat meniup lilin ulang tahun --
kurang lebih ketika berumur dua tahun.
Dalam laporan yang dipublikasikan jurnal ilmiah Nature, para ahli
mengatakan, di bawah usia itu besar kemungkinan anak-anak mungil
tersebut bakal cepat melupakannya. Studi para ahli telah membuktikan
fenomena itu.
Studi yang digelar tim peneliti Harvard ini dilakukan pada lebih
dari selusin bayi berusia sembilan, 17, dan 24 bulan (2 tahun) di
Amerika Serikat. Selain mengetes kemampuan mengingat, penelitian ini
ingin menelusuri bagaimana ingatan tercipta sejak dini. Demikian
diungkapkan Conor Liston, koordinator tim peneliti.
Dugaan Liston, ada keterkaitan antara kemampuan mengingat dengan
kegesitan merekam kata-kata. Berangkat dari situ, Liston membuat
model penelitiannya lewat tiga cara bermain -- semuanya melibatkan
kekhasan kata-kata.
Contohnya, Liston menyuruh anak-anak ini untuk meletakkan batu di
atas sebuah truk mainan. Tak lama kemudian anak-anak ini diberi
instruksi buat menjalankanya. ''Dorong mobil,'' demikian perintah
yang mesti diingat anak-anak tadi.
Selanjutnya, Liston juga memerintahkan anak-anak ini memasukkan
mainan bola ke dalam sebuah tabung, lalu memutar-mutarnya hingga
berisik. ''Buat bunyi-bunyian,'' perintahnya lagi.
Terakhir, anak-anak ini diperintahkan untuk membersihkan tumpahan
air di lantai dengan handuk basah. ''Bersihkan lantai,'' demikian
teriak Liston. Permainan ini dilakukan selama 45 menit tanpa henti.
Hal itu dilakukan hingga si anak merasa bosan dan hilang
ketertarikannya.
Selang empat bulan kemudian, Liston dan timnya kembali menemui
anak-anak tadi. Tim ini lalu menggelar sebuah eksperimen yang sama
untuk mereka. Bedanya, Liston tidak lagi mengingatkan atau
mendemonstrasikan gerakan-gerakan seperti mendorong mobil, membuat
bunyi, atau membersihkan lantai.
Kepada anak-anak tadi Liston cukup meneriakkan kata-kata yang sama
seperti empat bulan kemarin, ''Dorong mobil'', ''Buat bunyi-bunyian'',
atau ''Bersihkan lantai''. Ia berharap anak-anak ini masih mengingat
instruksi-instruksi yang pernah akrab di telinga mereka empat bulan
yang lalu itu.
Setelah dilakukan test yang sama, tercatat hasil yang bervariasi
diantara anak-anak ini. Liston mengungkapkan anak-anak yang usianya
telah genap 21 bulan atau dua tahun saat pengetesan pertama kali,
melakukan hal yang tepat sesuai perintah.
''Sebanyak 90 persen dari mereka, mampu melengkapi perintah yang
terkandung dalam kata-kata yang sempat diulang-ulang empat bulan
yang lalu,'' papar Liston.
Hal berbeda ditemui pada anak-anak yang lebih muda. Anak-anak yang
berusia antara 9-17 bulan memperlihatkan perilaku layaknya anak-anak
sebayanya yang belum memperoleh jenis permainan-permainan tersebut
sebelumnya.
''Anak-anak ini sama sekali telah melupakan permainan-permainan ini,''
tandasnya. Mereka, sambung Liston lagi, gagal merekam kata-kata yang
pernah diingatnya empat bulan lalu. Berdasarkan penelitian ini,
Liston menyimpulkan, anak mulai mengidentifikasi kejadian dan
merekamnya dalam ingatan saat menginjak umur dua tahunan.
Berdasarkan analisa fisiologis, urainya, tercatat pada usia tujuh
hingga 17 bulan, tali-tali syaraf di korteks bagian prefrontal pada
otak mulai terhubung dengan area lain pada otak, seperti
hippocampus. Meski belum sempurna, ini mulai memicu ingatan otak.
Demikian penjelasan Liston.
Nah, saat anak melewati usia dua tahunan terjadi pengembangan otak
yang pesat. Ini ditandai dengan terbentuknya komponen
neurobiological untuk kemampuan mengingat. Diyakini, anak mulai
mampu menangkap pengalaman-pengalaman di seputarnya saat menginjak
usia tersebut.
c21/erd/nature/cnn
|