|
Lensa
Kontak Bisa Sebabkan Kebutaan
JAKARTA -- Orang yang
suka menggunakan lensa kontak harus memperhatikan kebersihan dan
cara penggunaannya. Pasalnya, jika mengabaikan itu, pemakaian lensa
kontak bisa menyebabkan infeksi pada mata. Bahkan, ada yang
mengalami kebutaan akibat infeksi tersebut.
Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM Dr dr
Tjahjono D Gondhowiardjo, SpM, pada Seminar Sehari dalam rangka
Peringatan Hari Penglihatan Sedunia, di Jakarta, Senin (21/10).
Pembicara lainnya adalah Parni Hadi mewakili Masyarakat Peduli Mata.
Lensa kontak, kata Tjahjono, adalah cara alternatif untuk membantu
gangguan penglihatan. Namun pada prinsipnya lensa kontak adalah
menempelkan benda asing ke mata. Dengan demikian lensa kontak punya
potensi untuk mengganggu keseimbangan mata, terutama kalau tidak
dijaga kebersihannya dan kedisiplinan kita untuk membersihkan serta
melepaskan lensa kontak kurang baik.
Kebutaan akibat infeksi pada pengguna lensa kontak itu dalam arti
kebutaan kornea, sehingga dia harus transplantasi kornea. Kebutaan
kornea akibat infeksi lensa kontak tersebut sebetulnya bisa dicegah,
diantaranya rajin melepaskan lensa kontak, membersihkan tempat lensa
kontak, demikian penjelasan Tjahjono.
Secara teoritis, Tjahjono menambahkan, mata itu membutuhkan oksigen
untuk bernapas. Pada malam hari ketika tidur, kadar oksigennya akan
jatuh sampai sepertiga daripada waktu mata terbuka. Dengan demikian
lapisan permukaan mata punya kecenderungan mengalami pembengkakan
terutama pada pagi hari. Pasalnya, mata mudah menjadi tergores,
teriritasi oleh lensa kontak, dan biasanya mulai timbul keluhan mata
merah.
''Begitu mata merah lensa kontak harus segera dilepaskan, karena
kalau tidak dilepaskan mata punya potensi terkena infeksi. Kalau
kebetulan infeksinya kena bakteri yang sangat infeksius, dalam waktu
24 jam permukaan selaput bening mata bisa berwarna putih,'' tuturnya.
Hal itu, katanya, bisa menimbulkan kebutaan karena seluruh kornea
menjadi habis oleh infeksi bakteri tersebut. Dengan demikian lensa
kontak harus dipakai sesuai dengan waktu yang ditentukan, menjaga
kebersihan, serta apabila mungkin setiap malam selalu dilepas.
Menurutnya, pengguna lensa kontak itu kebanyakan pada populasi
golongan menengah terutama pada anak ABG (anak baru gede). Pada
pemakai lensa kontak pada usia-usia tersebut kurang mempunyai
pengetahuan tentang cara pemakaian dan kontrol terhadap kebersihan.
''Kalau anak belum mempunyai disiplin atau pengetahuan dalam
pemakaian lensa kontak, berbahaya,'' kata Tjahjono. Ia mengakui saat
ini ada trend penggunaan lensa kontak warna-warni. Lensa kontak
warna-warni itu mempunyai sedikit kelemahan yaitu oksigennya lebih
rendah, sehingga lebih mudah mengakibatkan komplikasi, misalnya
kalau dipakai tidur, luka lebih banyak.
''Sebagai dokter mata saya menganjurkan bagi pemakai lensa kontak
kalau malam hari harus dibuka. Karena pemakaian lensa kontak tidak
hanya untuk seminggu dua minggu saja, melainkan bisa seumur hidup.
Apabila pada malam hari lensa kontak tidak pernah dibuka, bisa
menyebabkan kerusakan yang kumulatif,'' jelas dia.
Tidak jarang, kata Tjahjono, sumber penularan infeksi pada kornea
mata itu pada tempat menyimpan lensa kontak yang setelah
berhari-hari tidak pernah dibersihkan. Tempat menyimpan lensa kontak
terebut menjadi sumber bakteri tumbuh.
Karena itu bila mata merah, lensa kontak harus segera dilepas,
diobati, dan selama lima hari tidak menggunakan lensa kontak. Di
samping itu, jelas Tjahjono, bila penggunaan lensa kontak dalam
jangka lama bisa menimbulkan alergi dan tendensi terjadi infeksi
lebih mudah. nri
|