g

ROHANI

PMILA > ROHANI > HIKMAH

 

Puasa Cara Rasulullah
Puasa Mendidik Kemauan Keras

Oleh : Republika

Banyak sekali hikmah berpuasa. Intinya berupa ketakwaan. Namun, hikmah tersebut dapat dirinci lebih luas lagi. Pertama, puasa membersihkan jiwa. Di antara cara membersihkan jiwa adalah dengan menaati semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Termasuk ke dalam kewajiban itu adalah ibadah puasa.

Betapa tingginya nilai orang yang berpuasa dapat kita lihat pada sabda Rasulullah saw, ''Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik dari bau minyak kasturi, dia tidak makan dan tidak minum serta menahan syahwatanya karena Allah. Semua amal manusia unutk dia, kecuali puasa, karena sesungguhnya puasan itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.'' (mutafaq 'alaih).

Kedua, memelihara kesehatan jasmani dan rohani. Para ahli kesehatan menyatakan, bahwa di antara pengobatan yang dapat dilakukan oleh setiap orang dan sangat efektif dalam menyembuhkan berbagai penyakit, baik yang bersifat jasmani maupun rohani adalah, berpuasa.

Ketiga, mendidik sabar dan berkemauan keras. Orang melakukan ibadah puasa Ramadhan harus lebih bersabar dan tekun, karena puasa itu banyak godaannya. Puasa Ramadhan juga mendidik seseorang agar berkemauan keras, sehingga ia mampu menahan rasa lapar, haus, dan keinginan seksual. Pendeknya ia mampu menahan napsu yang bergejolak dalam dirinya. Hal itu pada gilirannya dapat memperkuat kemauannya.

Keempat, meredam napsu seksual. Inilah salah satu hikmah ibadah puasa. Puasa dapat mengendalikan napsu duniawi, termasuk di dalamnya napsu seksual. Nabi saw bersabda, ''Wahai para pemuda, siapa yang mampu di antara kamu serta berkeinginan hendak kawin, hendaklah dia kawin, karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata (terhadap orang yang tidak halal dilihatnya) dan akan memeliharanya (dari godaan syahwat). Siapa yang tidak mampu kawin, hendaklah dia puasa, karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap wanita akan berkurang.'' (HR Bukhari)

Kelima, mensyukuri nikmat Allah SWT. Ketika merasakan lapar dan haus sepanjang hari, seseorang akan ingat nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadany selama ini. Pada saat itulah dia merasakan syukur kepada-Nya.

Keenam, tujuan akhir ibadah puasa adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Untuk mencapai tingkat takwa tersebut, hendaknya seorang Muslim menjalankan ibadah puasa dengan penuh iman dan harapan (mengharap ridha Allah), dan mengisi siang maupun malam Ramadhan dengan berbagai macam amal saleh.  ika

 

Mencegah Penyelewengan

Salah satu hikmah puasa adalah mencegah penyelewengan. Seseorang yang sedang berpuasa, dia mampu menahan diri untuk tidak makan dan minum, meskipun di rumahnya tersedia aneka hidangan yang lezat miliknya.

Begitu pula, meski di rumahnya ada istrinya, dia tidak akan melakukan hubungan seksual di siang hari, karena hal itu dapat membatalkan puasa. Jadi, untuk sesuatu yang halal saja dia mampu menahan diri, apalagi sesuatu yang haram.

Ibadah puasa dapat mencegah seseorang dari perbuatan menyeleweng. Baik dalam mencari harta (korupsi), mencari kepuasan seksual (berselingkuh), dan lain sebagainya.

Puasa juga mendidik orang untuk selalu mawas diri, bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah SWT. Manusia lain mungkin tidak melihat perbuatannya, namun ia tidak pernah luput dari penglihatan Allah dan para malaikat-Nya.

Hikmah lain adalah menumbuhkan kesetiakawanan sosial. Puasa menumbuhkan rasa empati dan simpati terhadap mereka yang hidup kekurangan. n ika, dikutip dari buku Hikmah Puasa, Tinjauan Ilmu Kesehatan, oleh Rahman.


^ KE ATAS


Halaman Muka | Kesehatan | Rohani | Perpustakaan PMILA |  Keluarga | Info Wajib Lapor | Iptek | Serba Serbi LA | Tips and Tricks | Warta Indonesia | Perwakilan Indonesia | Lembar Anggota | Tentang Kami | Kontak Kami

© Copyright 2002-2004, PMILA. All Rights Reserved.