Banyak sekali hikmah berpuasa. Intinya berupa
ketakwaan. Namun, hikmah tersebut dapat dirinci lebih luas lagi.
Pertama, puasa membersihkan jiwa. Di antara cara membersihkan jiwa
adalah dengan menaati semua perintah Allah dan menjauhi semua
larangan-Nya. Termasuk ke dalam kewajiban itu adalah ibadah puasa.
Betapa tingginya nilai orang yang berpuasa dapat
kita lihat pada sabda Rasulullah saw, ''Demi Allah yang jiwaku
berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih
baik dari bau minyak kasturi, dia tidak makan dan tidak minum serta
menahan syahwatanya karena Allah. Semua amal manusia unutk dia,
kecuali puasa, karena sesungguhnya puasan itu untuk-Ku, dan Aku
sendiri yang akan membalasnya.'' (mutafaq 'alaih).
Kedua, memelihara kesehatan jasmani dan rohani. Para
ahli kesehatan menyatakan, bahwa di antara pengobatan yang dapat
dilakukan oleh setiap orang dan sangat efektif dalam menyembuhkan
berbagai penyakit, baik yang bersifat jasmani maupun rohani adalah,
berpuasa.
Ketiga, mendidik sabar dan berkemauan keras. Orang
melakukan ibadah puasa Ramadhan harus lebih bersabar dan tekun,
karena puasa itu banyak godaannya. Puasa Ramadhan juga mendidik
seseorang agar berkemauan keras, sehingga ia mampu menahan rasa
lapar, haus, dan keinginan seksual. Pendeknya ia mampu menahan napsu
yang bergejolak dalam dirinya. Hal itu pada gilirannya dapat
memperkuat kemauannya.
Keempat, meredam napsu seksual. Inilah salah satu
hikmah ibadah puasa. Puasa dapat mengendalikan napsu duniawi,
termasuk di dalamnya napsu seksual. Nabi saw bersabda, ''Wahai para
pemuda, siapa yang mampu di antara kamu serta berkeinginan hendak
kawin, hendaklah dia kawin, karena sesungguhnya perkawinan itu akan
memejamkan mata (terhadap orang yang tidak halal dilihatnya) dan
akan memeliharanya (dari godaan syahwat). Siapa yang tidak mampu
kawin, hendaklah dia puasa, karena dengan puasa hawa nafsunya
terhadap wanita akan berkurang.'' (HR Bukhari)
Kelima, mensyukuri nikmat Allah SWT. Ketika
merasakan lapar dan haus sepanjang hari, seseorang akan ingat nikmat
Allah SWT yang telah diberikan kepadany selama ini. Pada saat itulah
dia merasakan syukur kepada-Nya.
Keenam, tujuan akhir ibadah puasa adalah
meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Untuk mencapai tingkat
takwa tersebut, hendaknya seorang Muslim menjalankan ibadah puasa
dengan penuh iman dan harapan (mengharap ridha Allah), dan mengisi
siang maupun malam Ramadhan dengan berbagai macam amal saleh.
ika
Mencegah Penyelewengan
Salah satu hikmah puasa adalah mencegah
penyelewengan. Seseorang yang sedang berpuasa, dia mampu menahan
diri untuk tidak makan dan minum, meskipun di rumahnya tersedia
aneka hidangan yang lezat miliknya.
Begitu pula, meski di rumahnya ada istrinya, dia
tidak akan melakukan hubungan seksual di siang hari, karena hal itu
dapat membatalkan puasa. Jadi, untuk sesuatu yang halal saja dia
mampu menahan diri, apalagi sesuatu yang haram.
Ibadah puasa dapat mencegah seseorang dari perbuatan
menyeleweng. Baik dalam mencari harta (korupsi), mencari kepuasan
seksual (berselingkuh), dan lain sebagainya.
Puasa juga mendidik orang untuk selalu mawas diri,
bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah SWT. Manusia lain
mungkin tidak melihat perbuatannya, namun ia tidak pernah luput dari
penglihatan Allah dan para malaikat-Nya.
Hikmah lain adalah menumbuhkan kesetiakawanan sosial.
Puasa menumbuhkan rasa empati dan simpati terhadap mereka yang hidup
kekurangan. n ika, dikutip dari buku Hikmah Puasa, Tinjauan Ilmu
Kesehatan, oleh Rahman.