g

ROHANI

PMILA > ROHANI > ARTIKEL

 

DAKWAH KELUARGA 

U
stadz yang baik harus tahu bagaimana cara berdakwah dalam keluarga sendiri, karena hal itu lebih sulit daripada dakwah ke orang lain? 
Dakwah di tengah-tengah keluarga memang membutuhkan seni tersendiri. Meski demikian secara garis besar hal itu telah dicontohkan Nabi. Ketika berdakwah kepada istrinya, Khodijah, beliau sukses, kepada keponakan (Ali) sukses pula. Tapi ketika berdakwah kepada kakek dan paman-pamannya sebagian sukses, sebagian tidak. Seperti Abu Tholib hingga wafat tetap tidak beriman kepada-Nya. Tetapi yang jelas bahwa cara dakwah di tengah-tengah keluarga yang paling efektif adalah: 

- Memberi contoh (al-qudwah). Misalnya dengan seringnya kita salat secara berjamaah bersama dengan keluarga. Setelah itu membaca Al-Quran dengan terjemahannya dan seterusnya.

- Dengan dialog yang tidak terkesan menggurui jika yang dihadapi lebih tinggi usia, kedudukan atau ilmunya. Misalnya di saat makan bersama dengan keluarga, dalam obrolannya kita bisa mengangkat tema keislaman seperti pembantaian umat Islam, dll. Sehingga seluruh yang ada di meja makan setidaknya akan merasa empati terhadap peristiwa tersebut. 

- Dengan melibatkan keluarga secara bertahap dalam aktivitas dakwah. Misalnya punya kegiatan dakwah berupa pelatihan atau kelompok pengajian, hendaknya kegiatannya tidak disembunyikan dari keluarga, justru keluarga harus diusahakan untuk bisa terlibat, misal bagian konsumsi atau ketempatan acara dan sebagainya. Wallahu a`lam

 


^ KE ATAS


Halaman Muka | Kesehatan | Rohani | Perpustakaan PMILA |  Keluarga | Info Wajib Lapor | Iptek | Serba Serbi LA | Tips and Tricks | Warta Indonesia | Perwakilan Indonesia | Lembar Anggota | Tentang Kami | Kontak Kami

© Copyright 2002-2004, PMILA. All Rights Reserved.