|
Bir
Merusak Otak
Bermula dari guyon,
akhirnya jadi sungguhan. Amsal orang awak ini menemukan bukti,
nun, di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, sebagian remaja
kerap bergurau ''membunuh sel otak dengan bir.'' Siapa nyana guyon
itu menjadi kenyataan?
Adalah The American Medical Association (AMA) yang melansir
''guyon jadi kenyataan'' tersebut. AMA menyingkapkan gurauan para
anak baru gede (ABG) itu dapat sungguh-sungguh menjadi kenyataan
bahwa ketagihan menenggak bir dan minuman beralkohol lainnya dapat
mematikan sel otak, terutama yang berfungsi untuk belajar, mengingat,
dan berpikir kritis.
Temuan terbaru ini, mengutip laporan AMA, laiknya ''kesimpulan''
yang memadukan berbagai riset yang dilakukan selama dua dekade.
Selama ini berbagai riset mengenai pengaruh alkohol pada otak gencar
dilakukan. Maklum, bir bagi masyarakat di negara adikuasa itu
laiknya teh. Petugas di kantor Kesehatan Publik menilai terjadi
peningkatan pada remaja yang menggandrungi bir. Di tahun 2000,
misalkan, 3,1 juta penduduk berusia 12--17 tahun meneguk alkohol
untuk pertama kali.
Temuan ini, bagi sejumlah peneliti, menjadi petunjuk bahwa alkohol
dapat merusak sel otak remaja. Apalagi, sel otak cenderung rentan
terhadap kerusakan pada masa generasi muda duduk di bangku SLTA dan
kuliah. Masa tersebut merupakan prime time bagi alkoholik.
Peneliti menyebutkan bahwa tumbuh kembang sel otak manusia berakhir
pada usia lima tahun. Berikutnya merupakan masa menyeleksi
dan menata ulang sel otak yang berlangsung hingga usia 20.
''Kita mengetahui masa terkritis sel otak tidak akan mati pada
dekade kedua dari kehidupan,'' jelas Prof. Scott Swartzwelder,
neuropsikolog dari Duke University, Carolina Utara.
Kerusakan sel otak yang dialami ABG penenggak alkohol ini terjadi
pada dua bagian. Pertama, pada hippocampus, struktur bagian dalam
otak untuk mengingat dan belajar. Kedua, Bagian depan kulit otak
yang menyimpan kemampuan untuk menimbang dan mengambil keputusan.
Temuan tersebut, tak ayal menyingkapkan kebenaran ajaran Islam,
mengharamkan alkohol. rh
|