Disamping cahaya matahari dan merokok, kebiasaan
mengerutkan dahi dan mengumbar senyum manis (apalagi tawa sinis…)
juga ikut menyumbang percepatan tampang tua Anda. Garis senyum di
sekitar mata dan garis pada wajah mengatakan kepada orang lain bahwa
Anda telah hidup, mengernyit, tertawa, meringis, menangis, dan nyengir
(nggak ya..) untuk waktu yang panjang
Garis ekspresi itu akhirnya terbentuk di dahi Anda,
kulit diantara mata dan di sekitar mata. Mereka terjadi karena
gerakan wajah mengikuti pola yang sama dalam waktu yang panjang.
Coba sering-sering naikkan sebelah alis Anda dengan gaya sok
jual mahal, maka Anda akan menambah kerut seperti ketika Anda
memicingkan mata menghindari asap rokok (perhatikan gaya laki-laki
dalam iklan Marlboro) dan sinar matahari.
Tetapi dari semua penyebab penuaan yang menimpa
kulit , tidak ada yang sedestruktif matahari. Para ahli kesehatan
menyatakan radiasi dan sengatan matahari merupakan penyebab 80
persen atau lebih tanda-tanda penuaan yang tampak di wajah Anda,
termasuk keriput.
Bandingkan bagian wajah Anda dengan kulit di sebelah
dalam lengan bagian atas. Kulit lengan atas itu hampir semulus kulit
bayi. Itu karena kulit pada bagian tersebut hampir sepanjang waktu
selalu terlindung dari cahaya matahari.
Katakanlah Anda menghabiskan 10 menit berjalan kaki
dari kantor menuju keluar atau sebaliknya. Kemudian Anda pergi makan
siang dan berjalan selama 5 menit di luar ruangan, ketika ketemu
teman, bisa jadi Anda berhenti sebentar sekitar 5 menit untuk
mengobrol (dan tambah lama lagi kalau topiknya asyik…). Belum lagi
kalau ngantri di ATM, semuanya terus ditambahkan dan itu akan
mempengaruhi kerut merut pada kulit Anda.
Di balik setiap kerut, setiap age spot,
setiap freckle (bintik-bintik di muka )
dan setiap kanker kulit disebabkan Anda berjalan-jalan siang hari di
jalan raya, berjemur di pantai, bermain sepeda, berenang atau
aktvitas lain (termasuk berunjukrasa..) yang Anda lakukan di bawah
sinar matahari . Menurut William Colleman, MD, guru besar
dermatologi di Tulane University of New Orleans, momen-momen
tersebut menunggu sampai Anda menginjak usia 25-40 tahun sebelum
akhirnya muncul di wajah Anda.
Mengapa matahari sedemikian merusak?
Saat matahari dalam puncak kekuatannya –antara jam
10.00 pagi sampai jam 15.00 sore, setiap harinya -Anda
mendapatkan hujan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya.
Sinar UV dibagi menjadi tiga panjang gelombang: A, B dan C.
Beruntunglah bagi kita, oksigen di atmosfer dan
lapisan ozon ( yang sayangnya semakin menipis itu), menyaring
UVC –yang memiliki panjang gelombang paling pendek, kekuatan
paling besar, dan kemampuan destruktif paling tinggi –sebelum
mencapai kulit Anda.
Dari radiasi yang menimpa kita, sinar UVB lebih
destruktif bagi kulit dan diduga merupakan penyebab penuaan yang
terpenting. Sinar UVA memiliki energi yang relatif rendah, tetapi
karena lebih banyak UVA dibandingkan UVB dalam cahaya matahari,
kerusakan UVA juga dapat bermakna.
Apa yang terjadi jika sinar matahari menimpa kulit?
Dalam the Female Body disebutkan dan ini tentu saja berlaku
bagi laki-laki dan perempuan, radiasi ultraviolet menembus ke inti
tiap sel. Disitulah, sebagian besar kerusakan terjadi. Inti sel
menyimpan DNA –untai molekul yang menyusun "pusat pesan",
yang mengendalikan aktivitas tiap sel individual serta informasi
yang disampaikan ke sel lain.
Akibat rusaknya DNA, rusak pula sel yang
menghasilkan kolagen dan elastin, protein-protein yang membentuk
kulit dan menjadikannya kuat dan lentur. "Mirip memasak kolagen
dengan microwave sampai menjadi jaringan yang hancur,"
jelas Melvin L. Elson, M.D, direktur medis Dermatologi Center di
Nashville.
Pantulannya pun berbahaya
Bahkan sinar matahari yang terpantul juga merusak
–dan cahaya dapat dipantulkan dari semua benda di sekitar kita.
Pasir di pantai misalnya, memantulkan 17 persen sinar UV, belum lagi
benda-benda lain. Pemantulan ini dapat mengirimkan sinar matahari ke
atas bagian tubuh yang mudah terbakar, seperti bagian atas hidung
dan bagian bawah dagu Anda.
Proses akibat pemaparan sinar matahari tidak hanya
tampak dalam bentuk keriput, age spot, adalah bercak-bercak
kecoklatan yang umumnya terlihat di tangan dan wajah. Noda berbintik
ini merupakan akibat dari upaya yang dilakukan oleh kulit untuk
melindungi diri dari pemaparan sinar matahari yang berlebihan,
dengan menghasilkan melanin yang berlebih –sel kulit berpigmen di
kulit yang menyebabkan warna kulit menjadi gelap- di tempat-tempat
yang tidak merata.
Bagaimana melindungi kulit…
Kenyataanya adalah Anda tidak dapat menghindari
sinar matahari. Setiap menit yang dihabiskan memiliki efek kumulatif
seumur hidup. Cara bertahan yang bisa dilakukan adalah melindungi
kulit dari sinar-sinar berbahaya yang dipancarkan matahari. Ada
sejumlah cara yang disarankan para editor majalah Men’s Health
untuk itu:
Memakai kacamata, Bertahun-tahun memicingkan
mata sudah pasti akan membuat keriput disekitar mata Anda. Kacamata
surya paling baik untuk mencegah keriput di sekitar mata Anda. Pilih
model yang rapat seperti kacamata balap. Pastikan kacamata itu mampu
menghalangi radiasi ultraviolet.
Jangan lupa topi. Topi dengan bagian pelindung
setidaknya 5 cm disekelilingnya, akan memberikan perlindungan yang
baik. "Topi itu harus melindungi telinga, leher, serta wajah
Anda, " begitu kata Michael Martin, M.D, penulis How to
Outsmart the Sun.
Pilih pakaian yang tepat. Pilih pakaian yang
tidak mengijinkan sinar berbahaya masuk. Pakaian yang berwarna gelap
melindungi kulit Anda lebih baik dibandingkan yang berwarna terang.
Dan pakaian yang rajutannya rapat lebih baik dibandingkan yang
rajutannya longgar. "T-shirt putih dan basah menyebabkan UVB
menembus," kata Jonathan Weis, M.D, guru besar dermatologi di
Emory University Schoolog Medicine and Clinic di Atlanta.
Oleskan tabir surya ( sunscreen). Gunakan cairan
tabir surya yang tidak beraroma, tidak berminyak, dan oleskan
sedikit pada pipi dan dahi Anda, kemudian ratakan keseluruh wajah.
Jangan lupa mengulaskannya juga pada punggung tangan, selain leher,
lengan dan botak pada kepala (kalau ada…)
Pilih SPF 15 atau lebih. Pastikan tabir surya
Anda memiliki spektrum lebar (mampu menghalangi semua macam radiasi
matahari) dan berlabel SPF 15 atau lebih tinggi. SPF (sun
protection factor) 15, yang dianjurkan oleh kebanyakan ahli
kulit, mengandung arti: Anda dapat berada di bawah terik matahari 15
kali lebih lama dari biasanya tanpa menjadi gosong. Anda
memerlukan produk SPF lebih tinggi dan sering mengulang pemakaiannya
bila pekerjaan mengharuskan Anda terpanggang di terik matahari
selama berjam-jam.
Minum suplemen. Untuk kesehatan kulit secara
umum, makanlah buah dan sayuran. Mencoba suplemen vitamin E tidak
ada salahnya, sebab telah terbukti mengurangi kerusakan kulit oleh
matahari. Dokter kulit rata-rata menganjurkan dosis 400 IU vitamin E
per hari dalam bentuk d-alfa tokoferil asetat, d-alfa tokoferil
suksinat atau d-alfa tokoferol, maka keriput Anda mungkin
tidak bertambah lagi.
Catatan: Selain menyimak beberapa hal di atas,
Anda juga disarankan tidur telentang. Sebab, tidur tengkurap atau
miring menyebabkan kulit wajah terlipat. "Tidur telentang
adalah posisi tidur paling baik untuk mendapatkan wajah awet muda
tanpa keriput, " kata Gary Monheit, MD, profesor dermatologi di
University of Alabama, Birmingham. Jika Anda telah sekian tahun
tidur sambil membenamkan wajah ke bantal, berbaring telentang setiap
malam dengan sebuah bantal di bawah lutut mungkin memudahkan
mengubah kebisaan itu, begitu katanya.