g

ARTIKEL

Kumpulan Sorotan
Kemenangan di Bali

Oleh Ade Armando

Pernah dengar nama Agustinus P Sahanggamu, Widagdo Setiawan, dan Fadjar Ardian? Kalau tidak, jangan merasa kurang pengetahuan. Media massa memang tidak mengekspos mereka secara besar-besaran. Padahal tiga anak muda itu pekan lalu mengharumkan nama bangsa, mereka merebut tiga medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional (OFI) di Denpasar.

Itu tentu prestasi dahsyat. OFI bukan perlombaan remeh. Ada 68 negara mengirimkan para siswa terbaik mereka dalam turnamen sangat kompetitif itu. Yang jadi juara umum adalah Iran, negara yang selama ini kerap dikarikaturkan sebagai negara tidak beradab. Sang adikuasa Amerika Serikat tidak ikut, dengan alasan --ehm-- ''keamanan''.

Indonesia sendiri, dengan tiga emas plus satu perak dan satu perunggu, menjadi juara umum keempat. Kita berada dalam jajaran elite bersama dengan tim-tim macan Asia: Cina dan Korea (peringkat 2), serta Taiwan (sama-sama di peringkat 4). Anggota tim Indonesia berasal dari berbagai sekolah berbeda. Agustinus misalnya dari SMU 78 Jakarta, Widagdo dari SMU 1 Denpasar, dan Fadjar dari SMU Insan Cendekia Serpong.

Kemenangan para remaja pintar ini pantas dirayakan bukan hanya karena mereka mengharumkan nama bangsa, namun terutama karena brainware adalah sesuatu yang vital dalam menyongsong masa depan bangsa ini. Indonesia akan semakin terpuruk, kalau remaja kita tumbuh menjadi generasi yang memusatkan perhatian hanya pada kesantaian, bernyanyi-nyanyi, menari-nari, melucu-lucu, atau berpesta-pesta. Hiburan bukannya tidak penting, tetapi itu semua seharusnya menjadi kegiatan yang lebih untuk mengisi waktu luang, melepaskan kepenatan, atau menyehatkan jiwa dan badan. Untuk bisa bangkit, yang paling dibutuhkan Indonesia tentunya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sayangnya, memang arus utama gaya hidup remaja saat ini justru dipenuhi oleh hal-hal remeh tersebut. Karena itu, tim olimpiade ini juga pantas dipuji karena agaknya mereka memilih hidup bukan di tengah pusaran gemerlap ''budaya gaul''. Keberhasilan mereka pasti merupakan buah jerih payah keseriusan belajar --sesuatu yang sayangnya tidak terlalu atraktif di mata remaja saat ini. Insentif lingkungan terhadap remaja yang memilih sibuk baca buku, belajar di rumah, di perpustakaan atau di laboratorium cenderung rendah. Penyebutan ''kutu buku'', atau (dalam istilah Inggris) ''nerd'' merupakan cerminan ketiadaan apresiasi terhadap remaja yang giat belajar. Dan toh, kaum anak muda pintar ini memilih menjadi pintar, bukan menjadi ''anak nongkrong''.

Alhamdulillah, kebanyakan surat kabar nasional memberitakan di halaman depan keberhasilan para siswa Indonesia ini, setidaknya di hari terakhir --saat Indonesia diketahui merebut sejumlah medali emas. Bagaimanapun, keramaian persiapan dan penyelenggaraan Olimpiade Fisika sepanjang 10 hari itu hampir-hampir tak terangkat. Tidak ada pelaporan berkelanjutan, dari hari ke hari, mengenai ajang adu otak berskala global itu. Apalagi di televisi.

Bandingkanlah dengan huru-hara Piala Dunia 2002. Di turnamen itu, Indonesia sama sekali tidak ikut. Yang diperebutkan pun gelar juara untuk kecakapan dan keahlian yang sumbangannya bagi kemajuan bangsa bisa dibilang tidak jelas. Kalaulah Brasil jadi juara dunia, memang apa relevansinya bagi pembangunan Indonesia? Bandingkan juga dengan pemilihan Putri Indonesia!. Ada siaran langsung melalui stasiun televisi untuk acara tersebut. Sang pemenang namanya akan disebut-sebut dan akan muncul dalam berbagai kegiatan sepanjang satu tahun. Berbagai program infotainment mengeksposnya. Padahal dia cuma juara untuk soal kecantikan dan penampilan berskala nasional. Para anak pintar juara Olimpiade Fisika? Diwawancara pun tidak!

Tetapi, barangkali kita memang tidak boleh berharap terlalu banyak. Yang penting, meski jauh dari segenap kehingarbingaran pergaulan kaum muda urban, di negara ini tumbuh kelompok-kelompok dan individu-individu yang terus berusaha menguasai sains, ilmu pengetahuan, dan teknologi secara serius. Mereka inilah yang akan menentukan masa depan Indonesia.

 


^ KE ATAS


Halaman Muka | Kesehatan | Rohani | Perpustakaan PMILA |  Keluarga | Info Wajib Lapor | Iptek | Serba Serbi LA | Tips and Tricks | Warta Indonesia | Perwakilan Indonesia | Lembar Anggota | Tentang Kami | Kontak Kami

© Copyright 2002-2004, PMILA. All Rights Reserved.